Matematika menjadi titik sulit bagi beberapa siswa dalam menempuh pendidikan. Itulah sebabnya siswa-siswa banyak yang diikutkan les dan bimbel. Namun meskipun sudah ikut les bimbel di sana sini kadang ada yang masih saja kesulitan. Mungkin itu menandakan sudah waktunya ikut les privat matematika. Berikut ini adalah tanda-tanda anak perlu ikut les privat pelajaran matematika.

1.      Nilai Matematikanya Tak Kunjung Baik

Ciri-ciri pertama yang mungkin paling sering menjadi tanda-tanda adalah seringnya nilai matematika yang kurang memuaskan. Nilai matematika yang kurang memuaskan ini menandakan ada ketidak pahaman dari materi yang diajarkan. Ketidak pahaman biasanya ada kendala dalam proses pembelajarannya.

Mungkin banyak orang alternatifnya mengikutkannya dalam bimbel les yang berbentuk kelas. Namun jika proses pembelajaran di kelas saja hasilnya kurang, maka di bimbel kemungkinan tidak akan banyak membantu karena di sekolah dan bimbel kurang lebih banyak kesamaan.

Misal sistem pembelajarannya yang di kelas, satu kelas terdiri dari beberapa anak, mengandalkan latihan-latihan soal ini sama saja. Dengan les privat akan menjalani proses pembelajaran yang berbeda. Pembelajaran hanya ada 1 siswa yang artinya pembelajaran terfokus.

2.      Sudah ikut Les Tetapi Tetap Saja

Apabila kondisi seperti ini, bahwa sudah ikut les dengan sistem kelas namun hasilnya tetap saja. Maka bisa dipastikan bahwa solusinya adalah ikut dalam les privat matematika. Alasannya jelas karena proses pembelajaran non-privat tidak berbeda banyak dengan situasi belajar di kelas di sekolah.

Selain itu bimbel kelas sebenarnya hanya cocok bagi anak-anak yang ingin menambah latihan soal. anak yang sudah memiliki kepercayaan diri, anak yang tidak membutuhkan pembimbingan terfokus. Sedangkan bimbel privat sangat dibutuhkan bagi anak-anak yang memiliki kesulitan belajar matematika. Membutuhkan penanganan personal.

3.      Malu Bertanya Apa Yang Tidak Dipahami

Proses belajar yang penting adalah kebebasan bertanya serta kelancaran pengajar menjawab pertanyaan tersebut. Namun tidak semua anak memiliki keberanian menanyakan kesulitannya. Entah karena adanya pandangan malu bertanya, atau karena adanya tekanan dari teman-temannya bahwa bertanaya adalah suatu yang negatif.

Bagi anak yang memiliki kecenderungan seperti demikian, model les matematika yang tepat adalah dengan model privat. Dengan model privat matematika si anak dapat bebas bertanya hal yang tidak dipahami tanpa perlu takut adanya ejekan dari teman sebaya. Dengan demikian proses belajar bisa lebih kondusif.

4.      Tidak Suka Belajar Di Keramaian

Beberapa anak tidak terlalu suka belajar di keramaian. Terkadang situasi di bimbel kelas hampir sama di kelas yang terkadang gaduh. Bagi siswa-sisawa yang sangat terganggu dengan kegaduhan semacam itu lebih cocok untuk ikut les secara privat.

5.      Aktivis Kegiatan Sekolah

Anak yang sangat membutuhkan les privat matematika adalah anak yang aktif menjadi aktivis kegiatan non akademik sekolah. Siswa aktivis seringkali kesulitan waktu untuk mengikuti les kelas yang terjadwal dengan kaku sesuai kebijakan lembaga. Dengan mengikuti les privat siswa aktivis bisa lebih leluasa menentukan jadwal.

Anak-anak yang memenuhi beberapa cii-ciri di atas disarankan mengikuti  untuk menyelesaikan masalah studinya atau sekedar menjaga agar prestasinya tetap terjaga dengan baik.