Membaca merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki di zaman modern. Terlebih di era teknologi dimana arus informasi mengalir begitu deras, kemampuan membaca merupakan modal utama agar bisa belajar dan berinteraksi dengan orang lain. Akan tetapi tidak sedikit orang tua yang menemui anaknya menemui kesulitan ketika belajar membaca.

 

Hal ini tentu bisa menimbulkan kecemasan orang tua. Bagaimana tidak, membaca merupakan salah satu kemampuan bahasa yang bersifat reseptif karena dengan membaca seseorang bisa mendapatkan informasi, pengetahuan, serta pengalaman-pengalam baru.  Informasi yang didapat dari membaca ini dapat mempengaruhi daya pikir, wawasan, serta perubahan sudut pandang dalam melihat sesuatu.

 

Ada beberapa tanda yang bisa diidentifikasi sebagai indikasi anak mengalami kesulitan membaca.  Tanda-tanda itu diantaranya seperti anak kesulitan memahami gagasan utama dalam bacaan, anak tidak mampu memahami kata-kata dasar, anak tidak mampu melafalkan kata dengan benar, serta anak kesulitan mengingat kata atau kalimat yang telah ia baca.

 

Jika orang tua menemukan anaknya kesulitan ketika belajar membaca maka orang tua perlu mencari tahu penyebab anaknya mengalami kesulitan membaca.

 

Penyebab kesulitan membaca

Kesulitan dalam membaca biasanya dihubungkan dengan gangguan disleksia. Disleksia adalah keadaan dimana anak mengalami kesulitan membaca, menulis, serta mengeja.  Gangguan ini cukup banyak ditemukan pada anak-anak. Disleksia merupakan salah satu penyebab anak kesulitan ketika belajar membaca.

 

Anak yang mengalami disleksia memiliki kecerdasan yang wajar, akan tetapi kemampuannya dalam membaca berada di bawah standar anak-anak seusianya. Disleksia bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor kesehatan, kelahiran prematur, paparan alkohol dan nikotin selama di dalam kandungan, serta adanya riwayat gejala yang sama pada keluarga.

 

Selain disleksia, kesulitan membaca juga bisa jadi disebabkan adanya gangguan otak pada pusat penalaran visual dan pemrosesan bahasa. Kemampuan membaca merupakan kemampuan yang harus sering dilatih. Karenanya kehadiran pendamping sangat dibutuhkan anak saat sedang belajar membaca.

 

Orang tua bisa mulai mengajari anak membaca dengan mengenalkannya dengan buku cerita. Orang tua juga bisa mulai mengenalkan huruf dengan mengajari anak menebalkan huruf putus-putus. Kebiasaan ini bisa meningkatkan kemampuan membaca anak secara efektif dan efisien.

 

Artikel ini telah terbit di website resmi Nusagama College. Nusagama College memberikan layanan les privat membaca dengan tutor berkualitas untuk dapat membantu proses anak dalam belajar membaca.