Ritual Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo menjadi salah satu keunikan budaya di Indonesia. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh masyarakat adat Tengger di Pura Luhur Poten dan Puncak Gunung Bromo. Sementara itu, Yadnya Kasada yakni ritual kurban ke area kawah Gunung Bromo setahun sekali pada bulan Kasada hari ke-14.

Mengenal Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo

Pada dasarnya Yadya Kasada merupakan ritual dengan aneka persembahan atau sesaji. Biasanya masyarakat mempersembahkan makanan, hasil pertanian, hingga ternak seperti ayam atau kambing. Kemudian dalam proses upacara adat tersebut akan melarung semua persembahan ke dalam kawah sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Brahma.

Puncak upacara adat ini tepat ketika purnama menerangi area kawah Bromo. Nantinya masyarakat mengadakan doa bersama kepada Pura Luhur Poten yang letaknya di kaki Gunung Bromo.

Sesaji Upacara Yadnya Kasada

Adapun beberapa sesaji yang biasa dibawa masyarakat untuk melangsungkan Yadya Kasada berupa ayam hidup, aneka makanan tradisional, dan uang persembahan Sesaji tersebut merupakan kekayaan dari Suku Tengger setiap tahunnya. Usai prosesi pelarungan maka sesaji tersebut menjadi rebutan banyak orang.

Dalam upacara Yadnya Kasada bertujuan agar tidak terhindar dari musibah dan mendapatkan kemakmuran oleh leluhur. Setelah sesepuh memanjatkan doa dan meminta keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan maka sesaji siap diperebutkan. Adapun sesaji tersebut akan diletakkan pada area bibir kawah sebelum dilarung.

Tidak lupa dupa tertancap pada bagian atas sesaji. Ketika sesaji dilemparkan ada beberapa orang yang turun ke lereng kawah. Mereka bertaruh nyawa untuk menangkap hasil sesaji dengan menyiapkan sejenis jaring. Bahkan ada yang membentangkan terpal untuk menangkap sesaji tersebut.

Tetap Terlaksana Walaupun Status Gunung Waspada

Ritual Yadnya Kasada akan tetap berlangsung walaupun status Gunung Bromo tidak membaik. Dalam hal ini upacara harus dilestarikan demi memenuhi kepercayaan masyarakat. Selain itu, untuk mendapatkan keselamatan serta keberkahan dari para dewa.

Salah satu bukti pelaksanaan Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo tanpa kompromi pada tahun 2019. Ketika itu Gunung Bromo dalam status Level II Waspada. Mengingat bahwa upacara adat ini adalah turun temurun maka tidak ada alasan untuk meninggalkannya.

Hal menarik dari upacara adat ini sudah dikenal oleh seluruh dunia. Tidak hanya masyarakat sekitar maupun seluruh wilayah Indonesia saja yang menghadiri upacara adat ini tetapi juga orang luar. Namun, mereka harus memenuhi persyaratan khusus sebelum menghadiri acara sakral ini.

Kemudian, KemenPar RI sudah memasukkan Pesona dan Eksotika Bromo pada kegiatan menyambut Yadnya Kasada dalam Top 30 Events tahun 2019. Sedangkan pada waktu sebelumnya, hal tersebut hanya masuk Top 100.

Dengan melestarikan Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo maka budaya asli Indonesia tidak akan pernah luntur. Ciri khas dari negara kepulauan ini selalu ada dan menjadi daya tarik tersendiri. Untuk Anda yang sedang mencari tempat les private terbaik, bisa mnghubungi website Pustakaguru.com.